Puasa

SYARIFUDDIN ELHAYAT

Dalam satu hadis diceritakan,— Satu hari rasul Muhammad Saw naik ke mimbar untuk berkhutbah,-tiba tiba saja dia (Rasul) mengucapkan amin-amin-amin (sampai tiga kali). Usai solat sahabat bertanya,” Ya Rasul , tadi ketika tuan naik sebelum berkhutbah sempat mengucapkan amin sampai tiga kali,—ada apa Ya Rasul?. Rasul menjawab, tadi Jibril datang kepadaku dan dia berkata,” Ya Muhammad siapa saja menjumpai Ramadhan (ketika Ramadhan datang) dan dia tidak meminta ampun
kepada Allah, pada saat itu dia mati, maka dia akan masuk neraka,-(Moga) Allah menjauhkan-mu dari hal itu. “Katakan Ya Muhammad amin,— maka akupun mengucapkan amin.

Siapa saja yang masih mempunyai dua orang tua atau masih ada salah satu diantara mereka masih hidup, dan dia(anak) tidak berbuat baik kepada keduanya (meminta ampun kepadanya),-lantas anaknya tersebut meninggal, maka dia akan masuk neraka,-(Moga) Allah menjauhkanmu dari hal itu dan katakanlah (Muhammad) Amin,—maka aku ucapkan amin.- Siapa saja yang menyebut namam (Rasul Muhammad Saw),sedangkan orang yang mendengarnya tidak bersholawat kepadamu- jika dia mati (saatitu) maka dia akan masuk neraka,—(moga) Allah menjauhkanmu dari hal itu dan Katakanlah amin,— maka Aku katakan amiin.

Nukilan hadis di atas sedikit agak panjang, namun ketika dibaca renung-renung dengan baik, air matapun mungkin
tidak akan bisa tertahan kita. Kenapa.— hadis di atas sarat dengan pesan menceritakan tentang persiapan kita menyambut Ramadhan yang disebut rasul sebagai bulan yang Adziiim bulan yang mulia yang di dalamnya ada malam seribubulan ‘sarat’dengan nilai ibadah yang hingga mampu mengantar kita ke jannah Allah.

Ramadhan dan Puasa adalah bulan yang suci,-amat sangat wajarlah kita harus mensucikan diri ketika masuk ke dalam sesuatu yang suci. Bagaimana mungkin kita akan mendapatkan kesucian Ramadhan sedangkan kita yang kan dikunjungi Ramadhan yang suci itu belum juga suci,— Ibaratnya bagaimana kita akan membersihkan sesuatu sedangkan sapu yang kita pergunakan masih kotor.terlalu banyak salah kita kepada Allah, amat jarangingat kita tertuju kepadaNya padahal dia tetap tak lupa mencatat segala amal yang kita lakukan.—

Banyak nikmat yang Allah anugerahkan buat kita tapi,— mungkin,— amat sedikit syukur yang kita Lantunkan kehaderatNya.—Dalam Radahanini Jibril datang membawa khabar,— seakan berkata,”Hapus segala salah dan doamu bersihkan jasmani dan rohanimu saat memasuki bulan yang suci ini dengan Istghfar mengakui besarnya kesalahanmu dihadapan Besarnya ampunan Tuhan, hingga andai saja engkau mati maka matimu mati yang sudah suci.—Cocok tak ncek,- kalau begian.— Istighfarlah

Biarlah suara meriam bamboo dan mercon tinggal dalam pajanganan,— kita gantikan dengan gemuruh berzikir, mengaji dan mengkaji Alquran dengan tadarus sebagai sarana istiughfar kita kepada Allah. Orang tua adalah bagaikan ‘tuhan’ yang mengutus kita keatas dunia,— Seorang sahabat pernah bertanya,—Ya Rasul terbalaskah jasa orang tuasaya karena saya sudah lebih banyak memberikan buatnya dan memberikan kesenangan dengan fasilitas yang membahagiakannya. Kata Rasul “tidak”.—Tapi Ya Rasul saya tekah berbuat baik padanya hingga diapun kadang-kadang saya gendong dan saya nyanyikan untuk memgembirakannya.

Rasul, menyebutkan tetap tidak.—Setetas air susu ibu yang mengantar kehidupanmu tak akan bisa tergantikan dengan air apapun,— bahkan saat ibu ayahmu mengendongmu, adasatu;lantunan lagu idoa yang bisa menembus arasynya Allah,”Diabernyanyi seuntaidoa,—YaAllahpanjangkanumuranakku, murahkan rezakinya dan jadikanlah anak-anaknya menjadi anak yang soleh,— sedangkan engkau (anak yang menggendong ibunya, kata Rasul saat mengendong ibumu akan berkata,” Ya Rooobb,-harus berapa lama lagi aku mengendongi obuku yang sudah renta ini.—Allaah-Allaah,—hanya air mata
Sembah sujudku ibu menebus ridhomu.

Solawat merupakan hubungan antara seorang ummat dengan pemimpinnya Rasul Muhammad saw. Tak ada pembatas (hujab) seorang ummat berhubungan dengan sang rasulnya ketika dia berkata,”Assalamu Alaika Ya Rasullallah,— Allahumma Sholli Ala (Sayyidina) Muhammad –Ya Allah sampaikan solawat dan salamku pada nabi Muhammad.

Solawat,katata Rasul, meripalah ,’tiket’ bagi kita ummat ini untuk mendapatkan syafaatnya rasul dan dengan solawat permohonan kita kepada Allah akan lebih terijabah dan menambah cinta padanya. Mari kita sambut Ramadhan dengan yang maghfirah dengan istighfar, bermohon ampun kepada dua orang tua dan berhubung diri dan jiwa pada rasul Muhammad dengan solawat.Ramadhan ini,—Ampunkan hamba Ya Allah,—Maafkankan aku bundaku,— Aku rindu Dia,— Rasulku Itu yang ambe sebut Ncek jadi linangan air mataku. Marhaba Ya Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: