Renungan Ramadan

Oleh EDDY D. ISKANDAR

Kita sedang mengarungi bulan yang kita rindukan. Bulan yang kita nantikan dari tahun ke tahun. Ramadan Syahrullahi, Ramadan bulannya Allah. Selalu kita tanamkan dalam hati agar kita mampu melewati hari-hari Ramadan dengan ketulusan ibadah. Biarkan jiwa kita larut dalam kesucian, agar kita masuk golongan orang-orang yang memenuhi seruan-Nya, “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang selain kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah:183).

Semua insan yang beriman membasuh sekujur tubuh, mecuci hati agar bisa masuk ke gerbang ampunan-Nya, melaju dalam rahmat-Nya untuk mencapai surga-Nya. Kita menjalani hari-hari Ramadan seperti saat kita menjalankan ibadah haji dan arbain. Salat tak putus-putusnya di Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Senantiasa kita dambakan bersujud dari masjid ke masjid, setiap suara azan menggema.

Kita ingin mendapatkan terang cahaya-Nya saat kita berada di tempat kerja, saat kita berada di perjalanan, saat kita berada di mana pun. Maka, jangan biarkan mata kita menyaksikan segala sesuatu yang membuat perasaan kita buta. Jangan biarkan mulut kita mengucapkan sesuatu yang membuat perasaan orang lain terluka. Jangan biarkan kesucian Ramadan ternoda.

Pasrahkanlah segenap jiwa raga kita kepada malam yang menebarkan gemerlap kedamaian, dalam setiap sujud yang hening. Abdikanlah tenaga kita kepada siang yang memberi jalan terang, dalam setiap tetes keringat perjuangan. Biarkanlah gema takbir memenuhi ruang dalam degup jantung kita, dalam setiap helaan napas kita.

Saat mata kita terjaga, saat mata kita terpejam, biarkan yang membentang dalam pandang adalah bayangan kebahagiaan abadi di surga-Nya. Biarkan jejak kelam masa silam terhapus oleh air mata penyesalan yang menggenang di ujung sajadah.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang Allah telah memfardukan kamu berpuasa di dalamnya dan aku telah mensunahkan kamu berdiri dan beribadat di dalamnya. Barang siapa berpuasa dan bershalatul qiyam di malamnya karena iman dan karena mengharapkan Allah, niscaya ia keluar dari dosanya, seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya.” (sabda Rasulullah saw., seperti diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah).

Kita ingin larut dalam limpahan rahmat-Nya karena Ramadan adalah syahrur rahmah. Kita ingin memahami seluruh isi ajaran kitab suci karena Ramadan adalah syahrul Quran dan syahrut tilawah. Kita ingin meningkatkan kesabaran karena Ramadan adalah syahrus shabri. Kita ingin menebarkan keikhlasan karena Ramadan adalah syahrul jud. Kita akan selalu memohon pertolongan dan perlindungan-Nya karena Ramadan adalah syahrul musawah. Kita ingin hanya bersandar kepada Allah semata karena Ramadan adalah Syahrullahi.

Kita selalu merasa tak pernah sempurna di hadapan-Nya. Maka, setiap usai salat kita selalu memohon ampunan-Nya. “Allahumma innaka ’afuwwun kariimun tuhibbul ’afwa fa’fu ’annaa — Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Mahamulia yang mencintai pengampunan, maka ampunilah kami.”

Maka, biarkanlah kita terus memohon dan jangan berhenti memohon dengan keikhlasan yang teguh. “Telah Engkau bukakan pintu surga di bulan yang penuh berkah, maka jangan biarkan pintu itu tertutup karena dosa-dosa kami. Telah Engkau tutup pintu neraka di bulan yang penuh ampunan, maka jangan biarkan pintu itu terbuka karena dosa-dosa kami. Biarkan pintu neraka selalu tertutup dan pintu surga selalu terbuka karena kesungguhan tobat kami, karena kami bisa mengalahkan pengaruh setan, karena di bulan suci ini kami bisa meraih keindahan ibadah dengan ikhlas.”

Kita berpuasa dari segala hal agar menjadi rendah hati, bisa memahami apa yang selama ini tidak pernah kita alami. Jalan kita adalah jalan kedamaian, jalan yang diajarkan oleh kitab suci. Maka, sesungguhnya salatku, puasaku, ibadahku, adalah jalan keikhlasan menuju rida-Mu.

Kita selalu merindukan kembali kepada yang fitri. Suci lahir, suci batin. ***

Penulis, budayawan, novelis, Pemimpin Redaksi “Galura”.

pikiran rakyat 31.08.09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: