Cilegon, “Kota Wisata Masjid” & “Kota Industri”

(sebuah pemikiran, Bagian ke-2)
Oleh : Agus A Musabiq */

Penobatan Cilegon sebagai “Kota Wisata Masjid & Kota Industri” adalah merupakan langkah awal yang strategis dalam menentukan arah kebijakan operasional pemerintah kota. Dari tulisan yang terdahulu tercermin ada 2 (dua) hal yang akan di bidik yaitu tujuan akherat dan tujuan dunia. Dua hal tersebut perlu kita sadari bahwa keseimbangan antara kedua sisi tersebut Insya Allah merupakan langkah yang dasyat memberikan dampak yang besar apa yang disebut “Kesejahteraan yang Barokah”. Untuk itu perlu upaya yang ”tulus” antara Pemerintah, Industri dan masyarakatnya menuju cita-cita tersebut.

Dari ke dua tujuan tersebut, ”Kota Wisata Masjid” merupakan tujuan fisik yaitu memberikan bangunan-bangunan masjid yang tertata apik yang dapat memberikan informasi tentang sejarah Islam yang diharapkan memberikan semangat bagi kita terhadap para pejuang pendahulu kita dalam mempertahankan agama yang telah disampaikan oleh Nabi Terakhir yaitu Nabi Muhammad saw. Dengan upaya sebagai obyek wisata akan menumbuhkan ekonomi baru di masyarakat serta menambah keimanan seseorang.

Semangat ini diharapkan ”muncul perubahan” secara ”batin” yang dapat memberikan semangat untuk umatnya mengimplementasikan ajaran secara langsung tercermin dari akhlak bagi para pengelola pemerintah, industriawan dan masyarakatnya sehingga dalam pengelolaan apapun dapat mencerminkan efek ”Spiritualisme” yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi ”Social Control” yang tulus akan terbentuk baik di pengelola pemerintah, industriawan dan masyarakatnya sehingga budaya ”malu” terhadap penyimpangan apapun dalam pengelolaan baik di pemerintah, industriawan maupun masyarakat akan tercipta.

Bila kita simak teori tentang Tranparancy (Transparan), Disclosure (Pengungkapan), Independence (Kemandirian) dan Accountability (Akuntabilitas) secara otomatis bisa menjadi ”Build In” di pengelola pemerintahan, industriawan dan masyarakatnya tanpa harus berteori yang ”muluk-muluk” yang biasa sering disampaikan oleh para konsultan. Semua teori tersebut sudah ada di Al Quran & Hadist tinggal kita ”mau” atau ”tidak” untuk melaksanakannya.

Dampak lain, diharapkan Kota Cilegon akan tumbuh budaya baru yang kita cita-citakan yaitu Agama Islam sebagai ”Rahmatal Lil Alamin”. Dengan demikian harapan kota Cilegon akan tumbuh menjadi kota dengan masyarakat yang islami, pemerintahan yang islami, industriawan yang islami, politikus yang islami, usahawan yang islami, pedagang yang islami, wartawan yang islami, karyawan yang islami, dll. Dan tetap menjaga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila & UUD’45.

Dengan penobatan Cilegon ”Kota Industri” diharapkan dalam pengelolaan pemerintah, industriawan, dan masyarakatnya fokus terhadap Industri. Fokus sebagai Kota Industri sebagai penopang ekonomi kota, harapan dengan ijin Allah akan tumbuh dampak terhadap yang lainnya yaitu perdagangan, ekonomi masyarakat, pendidikan, dll. Yang akhirnya secara terbuka pemerintah, Industriawan dan masyarakat akan berbondong-bondong memberikan informasi tentang bagaimana Industri menjadi maju di kota Cilegon sehingga secara otomatis pemerintah, industriawan dan masyarakat akan mempromosikan, sebagai duta informasi atau sebagai pemasaran bagi investor yang akan masuk ke kota yang kita cintai. Dengan demikian, apabila tumbuh industri baru, pasti akan menumbuhkan lapangan kerja baru di industri itu sendiri, perdagangan baru, pola pendidikan baru, pola masyarakat baru dll.

Kombinasi dua sisi ”Kota Wisata Masjid & Kota Industri” adalah gambaran tentang begitu besar pola keseimbangan tujuan (akherat & dunia) dalam pengelolaan Kota atau pola pengelolaan apapun. Ibarat sebuah mata uang, bila satu sisi tidak ada gambarnya maka uang tersebut tidak laku sebagai nilai nominal. Ini menunjukan bahwa mata uang akan bisa laku bila kedua sisinya juga harus ada gambarnya. Bila mata uang tersebut dibaratkan adalah ”tiket” kita menghadap Allah untuk mendapatkan Surga Jannah maka di mata Allah kedua sisi tersebut harus ada gambarnya artinya Keseimbangan tersebut harus kita capai bersama-sama. Hal ini penting untuk mengingatkan penulis sendiri dan semoga bisa mermanfaat bagi yang membaca.

Agar kita bisa mencapai cita-cita bersama, maka kita harus bersama-sama meraih ”Surga Jannah” secara bersama-sama untuk seluruh warga Kota Cilegon yang salah satunya dengan cara membuat kota Cilegon menjadi ”Kota Wisata Masjid & Kota Industri” menuju ”Kesejahteraan yang Barokah”. Semoga kita semua warga Kota Cilegon termasuk penghuni ”Surga Jannah”. Amin.

Wallahu A’lam Bishshawab

__________________
*/ Agus A Musabiq,
penulis adalah Sekretaris Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Cilegon dan Mantan Ketua Umum Serikat Karyawan Kratatau Steel (SKKS).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: