Meraih Sukses dalam Selimut Dosa

M. Khoirul Huda S.Pd.I.
Koordinator Lembaga Kajian Fenomena Sosial dan Budaya (LKF-Sosbud) Kota Batam.

Dalam kajian teologi dikatakan bahwa ”Tuhan itu ada karena ada makhluk” begitu juga dosa ada karena ada kesucian, sukses ada karena ada kegagalan. Ini berarti gagal dan sukses mutlak terjadi pada diri kita, begitulah kenyataan hukum alam yang harus kita terima. Sudah siapkah kita?

Di tengah-tengah era globalisasi modern, yang ditandai oleh munculnya berbagai fenomena sosial dan budaya yang berkembang di tengah-tengah kita membuat kita ekstra sibuk dan disibukkan oleh berbagai macam kerjaan, tugas dan persaingan hidup serta usaha.Tuntutan hidup bergerak maju sejalan dengan perkembangan budaya dan teknologi, keterbukaan segala hal telah menjadi bagian ciri khasnya, dimana kita berada, di situ ada keterbukaan, dimana kita ingin sesuatu di situ kita dapatkan.

Keterbukaan telah memudahkan kita, keterbukaan telah memuaskan kita, keterbukaan telah menjerat kita, keterbukaan telah menjerumuskan kita, keterbukaan telah membuat kita bebas melakukan segalanya tanpa batas. Pahala dan dosa sama-sama memiliki tempat yang luas, peluang yang bebas. Namun kenyataan yang dapat kita lihat, lorong-lorong dosa dan pembelanya lebih eksis menjaga dan mengembangkannya, sehingga ia lebih berpeluang menguasai ruang, tempat dan waktu, banyak diantara kita terkepung dan berselimut dosa tak terasa.

Kasus Dosa

Orang yang sudah merasa banyak dosa, apa itu dosa zinah, membunuh orang, meminum minuman keras, mencuri, menipu, musyrik, syirik, berani melawan kedua orang tua dan lain-lain, kebanyakan biasanya mereka putus asa, segan bertaubat tak ada lagi harapan sukses, ahirnya menyerah dan menerima kenyataan walaupun penjara atau neraka hukumannya. Haruskah demikian. Bukankah dalam dosa ada pahala. Dalam dosa ada kasih dan sayang Tuhan. Dalam dosa ada kesuksesan. Dan dalam dosa ada ridho Tuhan. Inilah yang ingin penulis kemukakan dalam karya ini, karena dosa jadi penyumbat usaha kita, penyumbat kecerdasan kita, penyumbat akal fikiran kita, penyumbat aktifitas kita, dan dosa mematikan kemauan kita. Karena dosa mata hati tidak tajam dalam melihat penyelewengan dan ketimpangan.

Empat Kiat Meraih Sukses Dalam Dosa.

Coba kita gunakan kata kunci ”Jangan pernah putus asa karena dosa”. Ada empat langkah prinsip yang menjamin kita keluar dari dosa dan dapat meraih sukses. Pertama berhenti, kedua sadar, ketiga sucikan hati, keempat ambil kesempatan. Berhenti, artinya ketika kondisi jiwa/mental kita labil goyang atau oleng akibat beratnya muatan atau beban dan terpaan gelombang hidup, mungkin karena terlalu banyak yang difikirkan, berhayal kemana-mana, harapan banyak yang  tidak tercapai, keinginan yang berlebihan, banyak tuntutan pribadi, keluarga, mertua atau persaingan usaha dan lain-lain.

Coba kita hentikan fikiran kita (berhenti) ibarat air keruh dalam gelas kaca coba kita taruh pada suatu tempat yang tenang (tidak bergerak). Maka pada suatu saat air tersebut akan kembali jernih, apa yang ada di dalamnya dapat kita lihat dan tembus pandang, apa yang ada di sekelilingnya dapat kita baca.

Sama halnya ketika fikiran kita penuhi masalah, penuh beban hidup, tak fokus, dan keruh di dalamnya, coba hentikan semuanya (jangan ada yang difikir lagi). Kemudian kita angkat fikiran kita ke arah sadar yang artinya kita membangunkan jiwa kita untuk kembali merenung, meratapi diri, siapa diri ini, telah berbuat apa, dengan siapa, untuk apa, dari mana, dan mau kemana.

Setelah ditemukan jawabnya, gunakan energi akal fikiran itu untuk menyucikan hati yang artinya ketika kita telah menguasai dan dapat memungsikan akal fikiran untuk tahap pertama dan kedua tadi. Kemudian bersihkan hati ini dari rasa sombong, angkuh, iri, dengki, khasud, ujub, tamak, rakus dan lain lain yang tidak disukai Allah dan Rasulnya. Selanjutnya perbanyak rasa syukur, pujian memuji Allah, istigfar mohon ampunan, bersholawat kepada nabi tanpa harus berhenti beraktifitas.

Apabila tahapan-tahapan tersebut dapat kita lalui dengan baik, dalam arti aktifitas dhohir tetap berjalan sesuai dengan waktunya dan tidak harus duduk diam, semedi di dalam kamar terkunci, di atas sajadah memutar tasbih, salat siang malam tiada henti tanpa peduli keluarga anak dan istri. Akan tetapi tetap beraktivitas sebagaimana layaknya manusia butuh hidup, bergaul dengan sesama dan alam sekitarnya (tampil rileks). Maka dengan sendirinya dapat kita rasakan adanya cahaya mulai bersinar, hati memancarkan cahaya, timbul percaya diri, muncul semangat baru dalam hidup, keluar energi, fikiran jernih, hati tenang.

Saat inilah Allah mencairkan janjinya sebagaimana firman-Nya yang berarti, “Hai jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang puas lagi diridhoi-Nya, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu dan masuklah kedalam surgaKu”(S.Al-Fajr: 27,28,29,30).

Selanjutnya kita berhak masuk ke jenjang keempat yaitu ambil kesempatan artinya saat inilah kita meraih kemenangan, sukses telah mendampingi kita, ridho Allah terbuka, rahmatNya mengalir, kesempatan apa yang kita dengar dan kita lihat dapat kita ambil insya Allah disitu kesenangan dan kepuasan kita raih walaupun awalnya berangkat dari lautan noda dan dosa

Sebagai landasan teori dan kiat-kiat tersebut di atas, penulis sertakan ayat-ayatnya dan ayat pendukung berikutnya sebagaimana Alquran surat Ar-Rum ayat 30 dijelaskan yang artinya, “Maka hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) tetap pada fitrah Allah yang telah menciptakan manusia, fitrah itu tidak ada perubahan yaitu agama yang lurus (Islam). Tetapi kebanyakan menusia tidak mengetahui”. Pada ayat berikutnya (ayat 31), ”Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertaqwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” Pada Surat An-Nur ayat 46 juga dijelaskankan, “Sesungguhnya, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas dan menjelaskan. Dan Allah memimpin dan memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki”.

Di sisi lain Allah berfirman dalam surat Al-Imran ayat 164, ”Sungguh Allah telah memberi karunia aman (keamanan) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. Mungkin sama halnya dengan keberadaan kita sebelum datangnya petunjuk tulisan ini.

Maksudnya mereka orang-orang terdahulu sebelum menerima petunjuk ini, mereka sesat (syirik, musyrik, rakus, suka berpesta pora, adu domba, bersukaria setiap saat, lalai dalam kesengan, terbius dengan kepuasan dunia). Ahirnya hidup berselimut dosa. Kesamaan perbuatan dosa oleh orang-orang sekarang, selain kita melakukan aktifitas yang sama mungkin, plus ketika aqal fikiran kita, bisikan hati kita terpenuhi dengan kesibukan mengurus kepentingan dunia dan meyakininya bahwa dengan cara itu kita bahagia dan dengan sengaja melupakan Tuhannya, ini semua merupakan kesesatan yang lebih dahsyat dan nyata di zaman sekarang.

Dengan demikian tidak ada alasan bagi kita untuk lari dari kasih sayang Allah, walaupun keberadaan kita dalam lautan dan jurang-jurang dosa. Petunjuk telah datang terbentang pada kita, rahmat dan nikmat telah gratis diberikan kepada kita, kesempatan masih ada pada kita. Kapan kita gunakan untuk datang di pangkuan-Nya.

Allah menanti kita, Allah menjemput kita untuk mengubral Ridho dan Rahmat-Nya. Semoga sukses dalam pelukanNya Amin. ***

Tag: ,

Satu Tanggapan to “Meraih Sukses dalam Selimut Dosa”

  1. Utari Says:

    Assalamualikim wr wb…

    Semoga aku selalu berada dalam Ridho-Nya perenungan yang bagus.
    Mampir ke

    http://varajauza.wordpress.com

    terimakasih
    walaikumsalam wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: