Menggapai Kemenangan Ramadhan

Oleh Ahmad Syaikhu

Interaksi terindah seorang Muslim adalah ketika berkomunikasi dengan Rab-nya. Ketika bersimpuh pasrah memanjatkan doa, yang dengannya segala keluhan, keinginan, dan pengharapan akan bisa tersampaikan.

Di sinilah keutamaan Muslim yang hakiki untuk menyikapi segala problematika hidup, yang juga diistilahkan dengan pusatnya ibadah (mukhul ibadah). Ramadhan adalah bulan yang dilingkungi oleh rahmah dan maghfirah.

Tak pelak, intensitas doa akan semakin tinggi dan meningkat. Salah satu doa yang dipanjatkan selama Ramadhan adalah doa kesempurnaan iman, doa kamilin. Ternyata, jika diresapi, doa ini memiliki dua titik sinergi mutualisme yang cukup kentara. Sinergi yang datang dari sang pemohon, manusia, dan sinergi balasan dari Sang Penguasa, Alkhaliq.

Pertama, sinergi yang dimohonkan oleh seorang Muslim dengan menyatakan keimanan yang bulat. Keimanan yang juga diimplementasikan melalui gerak-gerak ibadah yang maksimal.

Saat itu, kondisi sang pemohon adalah seorang yang menjaga shalat, menunaikan zakat, mengharap untuk selalu di sisi Allah SWT, berpegang teguh dengan petunjuk-Nya, dan menolak hal-hal yang sia-sia. Bahkan, kemantapan imannya menjadikan ia sebagai pribadi yang pandai bersyukur atas segala nikmat dan ridha atas segala ketentuan.

Kedua, sinergi balasan dari Sang Khaliq. Ini adalah sebuah bentuk manifestasi dari ud’uu nii astajib lakum. Jawaban yang berupa berita gembira, yaitu balasan bagi mereka yang telah menyatakan kesempurnaan iman melalui perkataan dan perbuatan.

Berita ini berbentuk gambaran akan keadaan hidup setelah mati, seperti akan berada di bawah panji Nabi Muhammad SAW di hari akhir. Hidup penuh dengan kecukupan, bahkan kelebihan (makanan, minuman, dan peristirahatan surga). Terlebih, mereka digolongkan dengan derajat para nabi, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh (nibiyyiin, siddiqiin, syuhada, shalihiin).

Maka, bagi mereka yang telah melakukan interaksi Ramadhan dengan baik, dalam doa ini diberi gelar dengan sebutan al-su’ada al-maqbuliin, yaitu mereka yang mendapat kebahagiaan karena amalan-amalan Ramadhan mereka diterima di sisi Allah SWT. Sebaliknya, bagi orang-orang yang tidak mendapatkan apa-apa dari amalan-amalan Ramadhan, mereka masuk dalam kategori al-asyqiya al-mardudiin.

Begitulah secarik untaian doa sekaligus kiat-kiat guna menggapai kemenangan Ramadhan. Kemenangan yang dinanti-nantikan oleh setiap orang yang berpuasa. Sehingga, tatkala Ramadhan usai, mereka seperti yang diumpamakan Nabi, yaitu seorang yang berpuasa seakan-akan tidak memiliki dosa, laiknya bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Semoga kita semua termasuk ke dalam orang-orang yang meraih kemenangan Ramadhan.

Tag:

Satu Tanggapan to “Menggapai Kemenangan Ramadhan”

  1. SR4Y4 Lw4t Says:

    Assalamu’alaikum
    Salam kenal, Jangan lupa kapan2 Berkunjung kesini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: