Khataman Quran

Semalam, tepatnya menjelang Isya, ada ritual religi. Sebuah ritual yang, menurut hemat saya, sudah hampir langka saat ini, yaitu tasyakuran tamat baca Quran.

Adalah seorang Fitriyatus Sa’adah, siswa kelas 1 SMPN7 Serang, telah berhasil mengkhatamkan juz amma, juz ke-30 al-Quran, dalam kurun waktu tiga bulan. “Selamat yah Fit..!”, demikian ucapan rekan-rekannya. Ada lagi yang menambahkan, “Semoga Allah mengangkat derajatmu dengan bimbingan al-Quran.” Amiin.

Saya amat terharu mengikuti tasyakuran khataman Quran ini. Entah, sudah berapa lama aku meninggalkan kenangan manis seperti itu dengan rekan-rekan dan guru ngajiku dulu.

Beruntung, saya hadir malam itu. Hadir di majlis al-Amin, tempat di mana anak-anak kurang mampu ikut mengaji. Di majlis itu, berkumpul anak-anak yang tak sanggup membayar upah buat mendatangkan guru privat. Hanya ketulusan hati para pembimbing dan support para dermawan-lah yang membuat majlis itu hidup. Ada yang menginfakkan white board, ada yang berbaik hati dengan menyumbang alat tulis, dan ada juga yang memberi modal tambahan tanpa disangka. Semoga Allah membalas kebaikan mereka, dan mengabadikan ini sebagai amal jariyah. Amin.

Dalam majlis itu, peran saya hanyalah pembimbing non-reguler. Hanya istri yang selalu setia mendampingi mereka setiap bakda Magrib. Saya bangga untuk ini, karena dia telah memberi ruang bagi generasi penerus untuk mencintai al-Quran. Anak-anak itu, bakda Magrib lari meninggalkan tivi untuk mengaji. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mereka dan, wabil khusus buat istri tercinta yang telah meluangkan waktu untuk itu. Amin.

Kembali ke acara tasyakuran. Malam itu benar-benar penuh kenangan dan istimewa buat saya. Kembali mengingatkan jejak-jejak saya menuju kediaman seorang guru ngaji setiap bakda Magrib.

Yang persis memutar “film lama” saya adalah susunan acaranya. Di awali ucapan basmalah berjamaah, lalu sepatah kata dari guru ngaji, shalawat Nabi, dan ditutup dengan doa. Usai acara, semua mengucap hamdalah sambil memberi ucapan selamat. Dan ada satu hal lagi yang membuat surprise: ada sebungkus nasi uduk dari “khaatimatul Quran” (yang mengkhatamkan Quran) sebagai oleh-oleh mengaji untuk dibawa pulang. Selamat menikmati … !

Semoga barokah … dan, sungguh, “Allah Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu,” demikian bunyi Firman-Nya berulang-ulang dalam al-Quran.

DyStar Confidentiality Notice:
This message and any attachments are confidential and intended only for use by the recipient named above. Unauthorized disclosure, distribution or copying
of this communication and the information contained in it is strictly prohibited.
If you are not the intended recipient, please notify us immediately and delete the message and any attachments. Thank you.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: