Berkah

Semua orang mengharapkan berkah atau berkat, tetap tak sembarang orang boleh memberkati orang lain. Berasal dari kata barokah (Arab), berkah artinya ‘karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia’. Demikian takrif Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV. Padanannya adalah rahmat. Dalam Pembukaan UUD 1945 dikatakan, “Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa […] maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Karena itu, berkah menjadi penanda wewenang ilahi dan, dalam kasus tertentu, hubungan
antarmanusia yang bersifat keagamaan.

Tak dikatakan bahwa “pengemis itu memberkati kepala sekolah”. Dalam strata sosial, pengemis dan kepala sekolah ditempatkan pada lapisan berbeda. Pengemis berada pada lapisan paling bawah, sebagai orang yang hidupnya tergantung kepada belas kasihan orang lain. Pengemis juga tak memiliki atau mewakili kuasa ilahi. Bahkan, bila seorang pengemis memberikan hadiah kepada kepala sekolah akan dirasakan tak adil. Mungkin akan ditafsirkan sebagai pemerasan atau suap.

Sebagai seseorang yang dipercaya memiliki mandat ilahi, seorang pendeta boleh “memberkati pernikahan ratu atau raja”. Di ranah sosial-politik dan ekonomi, posisi pendeta memang lebih rendah dengan ratu dan raja, namun di ranah keagamaan lebih tinggi. Ratu dan raja berhak menganugerahkan bintang kehormatan kepada pendeta karena jasa-jasanya, namun tak berwenang memberkati pendeta.

Anugerah adalah ‘pemberian atau ganjaran dari pihak atas (orang besar dan sebagainya) kepada pihak bawah (orang rendah dan sebagainya)’, demikian KBBI Edisi IV. Anugerah sepadan dengan karunia Tuhan, namung penggunaannya berbeda dengan berkah dan rahmat. Memberkati adalah wewenang khusus yang diletakkan di ranah keagamaan dan bukan ranah politik atau ekonomi.

“Berkah Ramadhan, Diskonnya Gede-gedean”, kata sebuah iklan ponsel dan modem. Maksudnya adalah hadiah diskon di bulan Ramadhan. Hadiah adalah pemberian berbentuk uang, benda, barang, tanda jasa, dan bagi produsen bisa berupa diskon atau bonus. Kata berkah dijajarkan dengan diskon agar diskon menjadi bagian dari berkah sebab berkah bisa berupa kesehatan, kearifan, kesalehan, ketekunan, kecerdasan, dan berbagai kebaikan lainnya dalam hidup manusia. Yang mungkin tidak disadari adalah akibat menjajarkan kata berkah dengan diskon gede-gedean. Selain mendaku wewenang keagamaan, kata berkah dipasang sekadar tebar pesona barang dagangan.

Media massa sesekali menyajikan kisah tentang orang-orang yang mengalap berkah ke makam, pohon, batu, atau hewan tertentu yang disakralkan sebab dipandang setara (sekurangnya lebih rendah dari) ilahi. Timbul soal ketika sebuah situs berita maya menyatakan kehadiran sebuah taman wisata telah memberi berkah kepada penduduk sekitar karena penghasilan ekonomi meningkat. Taman wisata adalah tempat rekreasi ciptaan manusia untuk menghasilkan untung. Memang keuntungan finansial juga mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia, namun bukan taman wisata yang memberi berkah.

http://rubrikbahasa.wordpress.com/2011/09/09/berkah/

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: