Sewelas

Jon Koplo adalah seorang penghobi olahraga sepeda pancal yang tinggal di Mojosongo. Karena sepeda yang biasa digunakannya selama ini dianggap sudah tidak up to date, suatu hari Koplo pergi ke sebuah toko sepeda di kawasan Pasar Pon.

“Mas, pit sing modhele paling anyar pundi?” tanyanya kepada pemilik toko sepeda, sebut saja Tom Gembus.
Gembus segera menunjukkan beberapa sepeda keluaran terbaru yang berjajar rapi di toko itu. Koplo pun milang-miling mencari sepeda yang sesuai dengan keinginannya. Setiap sepeda diamatinya dengan teliti.

“Regane sing niki pinten, Mas?” tanya Koplo sambil menunjuk sebuah sepeda MTB.

“Niki regine sewelas. Murah lho Mas, niki dhalangane pun aluminium, poroke modhel anyar,” terang Gembus berpromosi.

Merasa membawa uang Rp 1,5 juta, Koplo pun tanpa ngenyang langsung menunjuk sebuah sepeda warna merah.

“Mas, kula tumbas sing regane sewelas niki,” ujar Koplo kepada Gembus.

Sepeda pilihan Koplo kemudian dibersihkan dan disetel pedalnya. Setelah sepeda siap, Koplo menyerahkan 11 lembar uang seratus ribuan kepada Gembus. Melihat itu Gembus langsung mengernyitkan dahi. “Artane kurang niki Mas!” kata Gembus.

“Lho, wau jarene sewelas? Sak yuta satus ta?” tanya Koplo.

Sambil tersenyum kecut, Tom Gembus menerangkan. “Sewelas niku tegese sewelas yuta, Mas!”

“Haaah ?!!! Koplo njenggirat kaget. Wajahnya langsung abang ireng menahan malu. Ia segera membatalkan pembelian sepeda yang sudah kebacut disetel itu, lalu cepat-cepat ngacir diiringi tatapan Gembus yang geli-geli mangkel.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: