Kultum by Riski Yuniar

Oleh Riski Yanuar

Judul: PERSAUDARAAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillaahirabbil aalamin.
Wassolaatu wassalaamu alaa Rosuulillah. Ammaa ba’du.

Rekan-rekan yang berbahagia.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat yang banyak kepada kita, terutama nikmat sehat, jasmani dan rohani, sehingga kita bisa berkumpul di tempat, yang insya Allah penuh barokah ini.

Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan umatnya hingga yaumil akhir.

Rekan-rekan yang berbahagia
Allah berfirman, “Sesungguhnya sesama orang beriman itu bersaudara,” (49:10). Dan Rosulullah bersabda, “Tidak beriman seseorang, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Berdasarkan Firman Allah dan hadis Rosulullah di atas, dapat kita petik pelajaran bahwa orang beriman itu adalah orang yang bersaudara. Tidak bermusuhan. Tidak saling mendendam. Tidak saling mengejek dan menghina. Bahkan sebaliknya, ibarat satu tubuh, satu sama lain saling merasakan dan saling bekerjasama. Kalau kaki kita tertusuk duri, bukan cuma kaki yang sakit, tapi badan, tangan, kepala, dan bagian tubuh lain pun turut merasakan sakit.

Atau persaudaraan orang beriman itu ibarat sebuah bangunan. Sebuah bangunan akan kokoh jika semua bagian-bagiannya saling melengkapi. Air, semen, pasir, paku, dan seterusnya, adalah bagian-bagian kecil dari bangunan itu. Jika terpisah benda-benda itu terlihat kecil dan sepele, tetapi setelah mereka bersatu, kekuatannya bisa kita lihat. Rumah-rumah yang kita tempati adalah contoh hasil perpaduan itu. Mustahil akan berdiri sebuah bangunan kokoh tanpa salah satu dari komponen bangunan itu.

Demikian pula kita, semua keunikan kita adalah anugerah Ilahi yang memang dirancang demi kebaikan kita. Ada yang hobi musik, pintar main bola, senang menembak, memancing, menulis, dan seterusnya, tetapi bila kita diikat dengan tali iman, kita adalah bersaudara, saling mengisi, saling membantu, bekerjasama, dan saling menunjukkan jalan-jalan terbaik kepada saudara-saudara kita. Untuk mencapai itu, kita perlu latihan dan latihan. Juga kesabaran. Seperti sepak bola, tentu kita bisa membedakan mana tim yang terlatih dan mana tim yang tidak terlatih.

Oleh karena itu, dengan kebersamaan kita dalam kesempatan malam ini, semoga menjadi inspirasi buat kita, dalam membangun lingkungan masyarakat yang BALDATUN TOYYIBATUN WA ROBBUN GHAFUR (masyarakat yang baik dan selalu mendapatkan ampunan dari Allah Swt). Amin ya Robbal alamin.

Demikian tausiyah singkat yang bisa saya sampaikan, mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan. Akhirul kalam.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: